(Media Archive) Ulasan 7 Divisi oleh Mbak Dewok Blogger Buku Indonesia

POSTED ON:

BY:

Sumber ulasan: http://inibukukoe.wordpress.com/2014/03/21/7-divisi/

Yang mengulas: Mbak Dewok BBI (Blogger Buku Indonesia)

***

7 Divisi

No: 079

Judul : 7 Divisi

Pengarang : Ayu Welirang

Penerbit : Grasindo

Tahun Terbit : Cet. 1; 2014

Tebal Buku : 202 hlm. ; 20 cm

Genre : Fiksi – Petualangan, Misteri

Rating : 4/5

Beberapa waktu yg lalu saya iseng-iseng mampir ke toko buku. Niat awal sih pengen nyari buku Divergent cover lama, sayang buku yg saya cari sudah kosong. Akhirnya setelah muterin rak demi rak di toko buku tersebut, pilihan saya jatuh pada buku 7 Divisi karya Ayu Welirang. Alasan saya beli buku ini karena kenal sama penulisnya wkwkwkwkwk… alasan yg nggak banget ya.

***

… 7 hari. 7 pribadi. 7 alasan. 7 kemampuan: 7 Divisi …

Surat-surat perekrutan misterius menghampiri tujuh anak manusia dengan latar belakang berbeda. Surat tersebut datang kepada mereka masing-masing dengan cara yang tak sama. Gitta, Ichan, Tom, Ambar, Dom, Bima, dan Salman. Tujuh orang ini tak pernah menyangka akan dipertemukan dalam suatu ekspedisi besar, dengan divisi sesuai kemampuan mereka masing-masing.

Pertemuan yang mengubah segalanya. Mengubah ritme hidup, mengembalikan masa lalu, dan menghilangkan yang lain. Berbagai kejadian menegangkan dan misteri-misteri mulai bermunculan ketika mereka mencoba menaklukkan sebuah gunung keramat. Rupanya, ada seorang lelaki misterius di balik ekspedisi besar itu. Dan ketika mereka menyadari sesuatu sedang terjadi, mereka sudah terlambat.

Ketika tim ekspedisi ini mulai solid, satu per satu dari mereka mulai disesaki tragedi. Mereka terpaksa dihadapkan pada pilihan pelik; kehilangan satu orang… atau satu tim sekaligus.

Dapatkah mereka menuntaskan ekspedisi ini? Dan akankah mereka tetap kembali utuh saat pulang?

***

Sebagai orang awam banyak istilah PA di dalam buku ini yg tidak saya pahami. Untunglah Ayu menyematkan footnote yg menjelaskan istilah-istilah asing tersebut, jadi saya langsung tahu apa yg dimaksud dengan rapeling, belayer, webbing, dll. Coba saja penjelasan istilah tersebut adanya di bagian akhir buku, saya pasti malas membolak-balik halaman untuk mencari penjelasan sebuah kata.

Saya mencatat ada beberapa miss di dalam buku ini. Diantaranya adalah latar belakang keluarga Tuan Henk. Pada halaman 48 *CMIIW* penulis menjelaskan jika laki-laki tersebut masih memiliki darah bangsawan dan menikah dengan noni Belanda. Namun beberapa paragraf kemudian disebutkan bahwa istri Tuan Henk bernama Setyorini, nama yg sangat “njawani”. Saya sempat beberapa kali membaca buku ini untuk memastikan sebenarnya siapa sih yg berdarah Jawa dan masih keturunan bangsawan?

Miss kedua yg juga mengganggu saya adalah latar belakang pertemanan Ichan dan Tom. Dari awal cerita saya mendapatkan pemahaman kalau Ichan dan Tom ini tidak saling kenal. Sekali-kalinya mereka ketemu itu waktu Tom marah-marah di kios Ichan. Tapi, ada saat dimana Ichan dan Tom duduk bersama dan membicarakan seorang gadis bernama Mia. Lho… jadi mereka ini sebenernya kawan lama atau bagaimana sih? Btw, saya sempat menanyakan hal ini kepada Ayu, dan dijawab oleh Ayu kalau mereka itu memang nggak kenal tapi saling tahu aja. Ih… si Ayu emang pinter ngeles kayak bajaj wkwkwkwkwkw…..

Miss ketiga adalah soal perjalanan Ambar, Dom, Bima dan Salman dari Stasiun Kiara Condong dengan menumpang kereta api. Disebutkan bahwa selama kurang lebih tiga jam mereka akan disuguhi pemandangan *kalimat tepatnya saya lupa* tapi kalau tidak salah inget ada kata pesisir. Memangnya jalur kereta dari Kiara Condong ke Jakarta lewat pesisir pantai ya? Help… saya butuh pencerahan disini secara sudah lama nggak naek kereta.

Selain ketiga miss diatas dan 2 atau 3 kata yg salah ketik, nggak ada kesulitan berarti yg saya temui selama membaca buku ini. Alur yg cenderung maju bergulir cukup cepat, dan kalau nggak melihat tagline buku ini saya nggak akan tahu kalau perjalanan mereka berlangsung selama 7 hari. Plotnya menarik dan nggak membosankan, bagian cinta-cintaan menurut saya kurang smooth. Nggak pake bumbu cinta pun, saya rasa ceritanya bakalan tetep bagus kok karena banyak hal lain di dalam buku ini yg bisa diangkat.

Rekor saya 2 hari langsung beres baca buku ini. 😀

Saya juga suka cover buku ini, gambar gunung dan areal perbukitan. Warna hijau yg menyegarkan mata dan sedikit berkabut menambah kesan mistis. Penulisan judul buku dengan bingkai frame warna putih yg melambangkan lembaran surat yg terbuka *sok teu ih* ditambah aksen kompas diatasnya cukup menarik. Sayangnya latar belakang putih pada nama penulis membuat kesan kurang menyatu dengan latar belakang. Kesannya lupa ngasi nama penulis trus bikin pake kertas putih yg ditempel pake selotip. 😦

Secara keseluruhan saya suka dengan novel ini. 7 Divisi adalah sebuah novel petualangan tentang pendakian gunung yg dibalut aroma misteri dan supranatural. Melalui buku ini sedikit banyak saya jadi tahu dunia PA. selama ini saya cuma bertanya-tanya ngapain aja sih mereka itu di gunung, kok tiap pulang dari gunung keliatan tambah item, kusem, kucel dan kumel *no offense lo ya buat yg suka nanjak. Ayu, QQ sama Selpikkk peace ah…* Saya juga nambah ilmu tentang sejarah kerajaan Bali, karena saya pikir Watugelgel itu kerajaan fiktif eh ternyata ada toh.



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Search


Out Now!


Click banner to buy Not for IT Folks with discount!

Recent Posts


Tags


7 Divisi (7) Advertorial (4) Album Review (4) Antologi Ayu Welirang (4) Antologi HISTERY (2) Ayubacabaca (62) Ayu Welirang's Bibliography (9) Blogging Story (2) BS-ing everyday (7) Buku (63) Cabaca (3) Central Java (14) Cerita Detektif (7) Cerita Investigasi (4) Cerita Persahabatan (2) Cerpen (10) Cerpen dari Lagu (5) Drama (6) Editing Works (3) Februari Ecstasy (2) Fiksi Kriminal (3) Forest Park (2) Got Money Problem? (4) Halo Tifa (3) Heritage Sites (4) Hiking Journal (10) Hitchhike (4) Horror (3) Indonesia (37) Interview (2) Jakarta (10) John Steinbeck (3) Journal (18) Kopi (2) Kuliner (3) Kumcer (10) Latar Novel (2) Lifehacks (3) Living (4) Local Drinks (4) Local Foods and Snacks (5) Mata Pena (4) Media Archive (4) Menulis Adegan (2) Metropop (8) Mixtape (4) Mountain (18) Museum (2) Music Playlist (7) Music Review (4) My Published Works (13) NgomonginSeries (5) Nonton (6) Not for IT Folks (3) Novel Keroyokan (2) Novel Kriminal (4) Novel Thriller (3) On Bike (3) On Foot (4) On Writing (25) Pameran (2) Panca dan Erika (3) perjalanan dalam kota (3) Photo Journal (12) Potongan Novel Ayu Welirang (3) Publishing News (3) Review (72) Riset Tulisan (2) Rumah Kremasi (2) Santai (10) Sayembara-Novel-DKJ (3) Sci-fi (6) Sequel (4) Serial Detektif (2) Series Review (5) Short Stories (11) South Tangerang (1) Sumatera (3) talk about living my life (3) Tentang Menerbitkan Buku (7) Terjemahan (6) Things to do in Jakarta (4) Thriller (7) Tips (35) Tips Menulis (28) to live or not to live (6) Translation Works (6) Travel Guide (3) Traveling (4) Travel Notes (2) Travel Stuff (2) Waterfalls (2) Wedding Preparation (5) Wedding Vendor Bandung (3) West Java (15) Worldbuilding Novel (2) Writing for Beginner (27) Writing Ideas (17) Writing Journal (38) Writing Prompt (9)

Newsletter


Create a website or blog at WordPress.com

%d bloggers like this: