Akhir-akhir ini, saya sedang menamatkan novel tentang drama keluarga yang kompleks (jika tidak bisa dikatakan disfungsional), dan sedikit berbumbu romansa. Novel ini sebenarnya sudah ditulis sejak lama, hanya saja saya belum sempat menyelesaikannya karena satu dan lain hal. Ya, begitulah… Penulis partikelir yang sehari-hari bekerja memang susah banget mencari waktu luang, walau ini sebenarnya cuma alasan penundaan draf-draf mangkrak.
Di tahun ini, novel berjudul sementara “Keeping Up with the Radeas” alias KUwtR (Kuwatir wkwkwk), mulai saya lanjutkan. Saya senang sekali karena novel ini sudah ada bagian-bagian akhir. Semua ini berkat bantuan drama Tiongkok alias dracin yang sangat saya nikmati. Karena bosan dengan drama Korea (belum ada yang baru atau menarik buat saya), saya beralih ke dracin dan ketagihan. Sialan memang. Drama Cina secandu itu!
Drama Cina menawarkan banyak genre dan cerita. Beberapa dari drama itu juga merupakan adaptasi dari novel atau webnovel. Saya bahkan membaca beberapa webnovelnya yang versi terjemahan bahasa Inggris. Setelah saya membaca semua itu, saya jadi paham kenapa adaptasinya pun bagus.
Nah, saat menulis KUwtR, saya banyak mempelajari bagaimana menulis sebuah drama keluarga dengan banyak tokoh. Beberapa dari drama itu akan saya drop di sini. Inilah 5 dracin terbaik menurut saya, kalau kamu mau belajar menulis novel bergenre drama keluarga.
1. Will Love in Spring (2024)
Waktu pertama nonton Li Xian di “Go Go Squid!”, aku kayak kurang cocok sama karakter dia yang marah-marah. Hahaha. Nah, kalau di sini, seperti biasa dia masih jadi karakter yang jutek, tapi itu juga karena efek pekerjaan dia. Di Will Love in Spring, Li Xian berperan sebagai Chen Mai Dong dan bekerja sebagai perias jenazah. Pekerjaan dia menuntut untuk nggak bisa banyak berekspresi, terlebih lagi karena dia sudah sering mengalami kehilangan orang terdekat karena kematian. Chen Mai Dong sudah biasa diremehkan karena pekerjaannya, tapi dia nggak masalah sama sekali, sampai akhirnya dia ketemu lagi sama teman SMA-nya yang bernama Zhuang Jie (diperankan oleh Zhou Yu Tong). Zhuang Jie adalah tipikal perempuan ceria yang ambisius berkarier. Pertemuan ini bikin nenek Mai Dong berkeras hati untuk jodohin mereka, sampai akhirnya Mai Dong jelasin bahwa dia nggak mau neneknya mendiskriminasi Zhuang Jie. Neneknya Mai Dong nanya, “Apa maksudnya?” Mai Dong lalu menjelaskan bahwa Zhuang Jie pernah kecelakaan pas SMA dan kakinya diamputasi, dia juga sudah lama pakai kaki prostetik.

Di sinilah cerita dimulai. Mai Dong sebenarnya dulu dekat sama Zhuang Jie, tapi nggak mau kasih angin. Zhuang Jie juga sebenarnya suka sama Mai Dong dan mereka pun mencoba untuk berhubungan walau ditentang sama mama Zhuang Jie yang terus membahas masalah disabilitas Zhuang Jie. Mamanya Zhuang Jie saat itu juga baru kehilangan Pak He (suaminya setelah suami pertamanya / ayah Jie meninggal) dan dia banyak bagasi emosi yang banyak banget dia bawa ke keluarga ini. Ibunya Jie selalu berpesan bahwa yang dia katakan ke Jie itu demi kebaikan Jie.
Dramanya ini beneran mengupas dinamika keluarga yang berulang kali ditinggalkan orang terdekat karena kematian dan sangat realistis kalo buatku. Kita bisa paham kenapa tokoh utama perempuan alias si Zhuang Jie seambisius dan sefokus itu pengin sukses di usia muda. Itu karena cuma pekerjaan dan karier mentereng aja yang bisa mengkompromi kondisinya. Aku nangis sih, terlebih saat Zhuang Jie mencak-mencak sama ibunya terkait masalah hubungan percintaannya yang selama ini kandas karena mantan-mantannya masalah banget sama kaki dia. Padahal Mai Dong tulus sama dia, tapi kenapa mamanya harus sekeras itu? 😦
Aduh, nggak mau lanjutin ah. Nanti, malah spoiler. Kamu bisa coba tonton drama ini di WeTV. 😀
2. Blossoms in Adversity (2024)
Cerita ini berlatarkan masa lalu. Aku kurang tahu di era sejarah apa, tapi yang pasti bukan di era modern. Blossoms in Adversity menceritakan kisah Hua Zhi (Zhang Jing Yi) yang memulai usaha setelah ayah, paman, kakek, dan semua anggota keluarga laki-laki dari “Keluarga Hua” diasingkan ke tempat jauh karena rezim. Setelah diasingkan, keluarga Hua hanya tersisa perempuan, yang mana rata-rata adalah lansia dan anak-anak. Untuk bisa tetap bertahan hidup tanpa harta kekayaan, Hua Zhi pun berbisnis kecil-kecilan sampai akhirnya bisa kembali ke kota dan mempertahankan martabat keluarga Hua.
Cerita ini sarat unsur-unsur feminisme yah, di mana pada masa itu, semua urusan negara dan rumah tangga itu diserahkan pada keluarga laki-laki. Namun, sebenarnya yang mengatur keuangan dan segala macam kebutuhan rumah tangga sebenarnya adalah perempuan. Tapi kenapa pada masa itu, perempuan memiliki keterbatasan dalam hal sekolah? Padahal mereka harus manage household udah kayak manajer keuangan.
Untunglah karena Hua Zhi cakap banget dan pemikirannya brilian, dia berhasil mempertahankan keluarga dan dipercaya oleh tetua perempuan di keluarganya walau dia adalah anak perempuan bungsu.
Hal ini jugalah yang membuat seorang komander biro keamanan bernama Gu Yan Xi (diperankan oleh Hu Yi Tian) kepincut sama Hua Zhi.
Cerita ini lebih banyak mengupas dinamika keluarga di tatanan sosial yang patriarkis banget pada masa itu. Cerita romansanya sih sedikit yaa. Kalian bisa coba tonton drama ini di Netflix!

3. Best Choice Ever (2024)
Nah! Sampailah kita di dracin ketiga yang diperankan oleh Yang Zi dan Xu Kai ini!
Drama ini bener-bener bikin emosi naik turun, sih, apalagi dengan ekspektasi seorang ibu yang ketinggian sama anak sulung perempuan. Sedikit banyak, cerita ini mengingatkan aku sama cerita diriku sendiri dengan mama yang banyak berantemnya juga (dulu, tapi).
Best Choice Ever menceritakan tentang Mai Cheng Huan (diperankan oleh Yang Zi) yang terus dipaksa untuk segera menikah sama pacarnya. Selama ini, Cheng Huan tahunya pacar dia itu nggak kerja dan sukanya main game. Tapi ternyata pacarnya bohong dan dia sebenarnya anak konglomerat. Waktu tahu hal itu, ibunya Cheng Huan seneng banget, tapi Cheng Huan malah merasa dibohongi. Masalah demi masalah menggulung sampai akhirnya Cheng Huan males banget sama keluarga pacarnya yang sangat merendahkan dia.

Cheng Huan pun putus, tapi mamanya masih terus-terusan berkontak sama keluarga si mantan, sampai akhirnya Cheng Huan marah dan memutuskan minggat dari rumahnya.
Di sisi lain, pekerjaannya membawa dia ketemu sama bos bernama Yao Zhi Ming. Awalnya, Zhi Ming mengira kalau Cheng Huan cuma orang yang tidak berintegritas dan memanfaatkan koneksi di hotel tempat dia bekerja untuk membantu perusahaan pacarnya untuk dapat tender proyek. Tapi ternyata nggak kayak gitu. Cheng Huan betulan cewek karier yang berpendirian kuat, nggak mau korupsi, dan bahkan bisa putus sama pacar sejak lama hanya karena dia bohong soal status keluarga.
Akhirnya setelah berantem itu, Cheng Huan pergi dan menginap di rumah majikan ayahnya waktu jadi supir dulu, yang udah dia anggap sebagai nenek sendiri. Setiap hari, Cheng Huan bantuin nenek buat cuci seprei, menemani nenek sore-sore di panti jompo, dan mengobrol banyak hal. Dan tibalah saat sang nenek meninggal dunia, Cheng Huan malah mendapatkan warisan hotel lama yang ternyata diincar sama Zhi Mingu sejak lama.
Ceritanya bikin emosi aku naik pas hubungan Cheng Huan sama ibunya terus dikulik. Kalian bisa coba nonton dracin tema keluarga ini di WeTV.
4. Glaze of Love (2026)
Dracin gemas satu ini diperankan oleh Lai Weiming (sad boy di Shine on Me) dan Zhou Yi Ru (sad girl di The Best Thing). Ketika keduanya disatukan, jadilah sebuah drama slowburn cenderung healing drama yang berlatar kota tembikar bersejara di China.
Drama satu ini menceritakan tentang Zhao Xiao Cen (diperankan oleh Zhou Yi Ru) yang punya ibu super protektif karena Xiao Cen penyakitan. Xiao Cen lagi di tahun pertama kuliah dan mengambil jurusan restorasi artifak di kampus Jingdezhen. Nah, di sini dia ketemu Xu Xiao (Lai Weiming) yang punya keahlian merestorasi tembikar-tembikar antik dan bersejarah. Karena keduanya pendiam dan nggak bisa ngobrol sama orang lain, mereka malah satu kelompok pas tugas kuliah. Dari sini, Xiao Cen jadi penasaran sama restorasi artefak dan suka sama jurusan ini.

Di tengah-tengah kehidupan kuliah dan pekerjaan restorasi artefak, keduanya jadi dekat. Namun, karena suatu hari Xiao Cen pingsan kena panas berlebih (dia punya alergi terhadap panas, serta debu-debuan, jadi bisa ruam-ruam sampai pingsan), ibunya pun marah dan minta Xiao Cen pindah jurusan. Di sinilah cerita Xiao Cen dari yang tadinya pasif-submisif sama apa pun pilihan orang tua, mulai memberontak dan mengutarakan apa yang dia mau. Meskipun begitu, porsi marah-marahnya Xiao Cen masih soft spoken sih, beda sama Cheng Huan di Best Choice Ever yang bener-bener udah muak dan capek banget sama ibunya. Kalau di sini, Xiao Cen setelah marah malah nangis sendiri karena udah durhaka sama ibu. Wkwkwkwk.
Dramanya lumayan ringan dan konflik keluarganya nggak berat (selain konflik Xu Xiao sama bapaknya yang scammer hahahaha). Kalian bisa coba menonton drama ini di iQiyi.
5. Dream of Golden Years (2026)
Kalau kalian mau cari karakter cewek kuat dan cegil alias cewek gila dan artikulatif sama apa yang dia mau, kalian harus coba dracin Dream of Golden Years.
Drama ini temanya isekai gitu ya, alias tokoh utama drama terlempar ke masa lalu dari 2026 ke tahun 1983 setelah dia mengalami power harassment di kantor dan menjadi kambing hitam kesalahan tim serta atasan. Xia Xiao Lan (diperankan oleh cegil kita, Zhou Ye!), tanpa sengaja terlempar ke tahun 1983 karena alarm jam weker yang nge-trigger dia. Jiwa dia kayak masuk ke tubuh seseorang dengan nama dan wajah yang sama kayak dia. Namun, bukannya hidup lebih baik, dia malah ada di keluarga nggak jelas yang abusive dan ibunya juga tidak bisa berbuat apa-apa. Untung saja dia kabur ke rumah pamannya (kakak dari ibunya) dan memutuskan untuk mengubah nasib si pemilik tubuh asli.

Setelah mengalami penyiksaan di keluarga si pemilik tubuh asli, Xiao Lan bertekad untuk sekolah. Selama ini, uang yang dia dan ibunya kumpulkan dari bekerja serabutan, malah disetor ke keluarga untuk membiayai kuliah sepupunya yang dikatakan paling pintar. Padahal, Xiao Lan juga aslinya pintar. Lalu, dia memutuskan pindah Kartu Keluarga ke keluarga pamannya dan menjadi anak berbakat dari desa sebelah.
Dia pun berhasil dapat peringkat tertinggi se-kabupaten, bahkan tiga besar di provinsi. Xiao Lan lalu masuk universitas impian untuk membuat ibunya bangga.
Di masa kehidupannya yang banyak rintangan itu, Xiao Lan nggak pernah sekali pun mundur atau sedih. Dia pun kenalan sama orang berada dari kota sebelah bernama Zhou Cheng (diperankan oleh Zhai Xiao Wen). Zhou Cheng awalnya nggak tahu mau ngapain sama hidup dia, tapi dia tiba-tiba ingin ikut ujian universitas dan nilainya jadi bagus gara-gara bergaul sama Xiao Lan yang sebenarnya emang datang dari masa depan, ya. Makanya nilai bahasa Inggris Xiao Lan itu bagus. Keduanya masuk universitas yang sama dan jadi dekat.
Nah, tapi endingnya… Hmm. Silakan kalian tonton sendiri dari iQiyi, ya!
Baca Juga: SeriesTalk: Luo Yunxi’s Best Performance in “The Truth Within”
Itu dia “5 Dracin Inspiratif” buat kalian belajar menulis drama keluarga. Kalian bisa juga coba cari versi webnovelnya kalau mau baca gaya penceritaannya dalam bentuk tulisan.
Selamat menonton!



Leave a comment