BISA DIPESAN MELALUI: TOKOPEDIA | SHOPEE | GRAMEDIA.COM
[judul] Jejak Balak
[penerbit] Gramedia Pustaka Utama
[jenis] Novel
[genre] Mystery, Thriller, Fiksi Kriminal
[terbit] 29 November 2023
[tebal] 384 halaman
Penugasan pertama Dima Sawitri sebagai jurnalis di Kaba Jorong, membawa gadis itu pada kasus kematian dua pembalak liar.
Polisi menduga dua pembalak liar itu tewas akibat cakaran harimau yang fatal. Namun, selagi Dima menelusuri kasus tersebut bersama Timur, rekan kerjanya, korban tewas bertambah dan banyak bukti janggal yang muncul.
Tak hanya itu, investigasi mereka pun diadang kepolisian dan pihak perusahaan sawit, PT Zamrud Bumi. Santer terdengar bisik-bisik warga yang meyakini para korban tewas dibunuh inyiak—roh leluhur penjaga hutan yang berbentuk setengah harimau setengah manusia—yang marah karena para korban merusak hutan.
Namun, benarkah para korban tewas dibunuh inyiak?
Kumpulan ulasan Jejak Balak dari para pembaca:
Kumpulan penelitian ilmiah terkait Jejak Balak dari para peneliti:
- Agnes, A. S. (2024). NOVEL JEJAK BALAK KARYA AYU WELIRANG: KAJIAN FORMULA CAWELTI. [Bachelor’s thesis, Universitas Andalas]. Scholar Unand.
- Anindita, R. (2025). Konflik Tanah Ulayat dalam Novel Jejak Balak Karya Ayu Welirang (Tinjauan Sosiologi Sastra). [Bachelor’s thesis, Universitas Andalas]. Scholar Unand.
- Nisma, N. (2025). Representasi Nilai Pendidikan Lingkungan Novel Jejak Balak Karya Ayu Werilang (2023): Kajian Ekokritik. JURNAL SOSIAL HUMANIORA (JSH), 18(1).
- Qonitulhaq, E. F. R., & Pamungkas, O. Y. (2024). Magical Realism in the Novel Jejak Balak by Ayu Welirang. Canadian Journal of Language and Literature Studies, 4(6), 70–84.
- Salsabila, A., Meliasanti, F., & Muhtarom, I. (2025). Deforestasi dalam Novel Jejak Balak Karya Ayu Welirang (Kajian Ekokritik Sastra): Deforestation in the Novel Jejak Balak by Ayu Welirang (A Study of Literary Ecocriticism). Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 9(3), 888-906.



Leave a comment